Gambar ini mungkin biasa dan tidak begitu bagus bila dinilai seninya.
Akan tetapi bila di runut latar belakang si pembuat dan idenya jauh lebih menarik ketimbang gambar itu sendiri
"Gambar ini di buat oleh seorang anak usia 6 tahun dan di bantu adiknya yang berusia 5 tahun.
Anak itu bernama nuhatictorakan dan adiknya bernama Taufiqutsany, dua bocah ini menyampaikan keterangan ide gambar itu kepada ibunya.
Bahwa gambar itu di buat setelah dua bocah ini sering melihat kucing buliknya yang bernama petruk masuk ke lemari bukunya.
Ntah dari mana inspirasinya mereka berdua menggambar sebuah peringatan bagi si kucing agar tidak masuk ke almari tersebut.
Padahal ketika kita tanyai dasar pembuatan gambar larangan apakah mereka tau dari sekolah, jawab tidak "mereka serentak menjawab ide dia sendiri'justru nuha bertanya "apa gambarnya salah bu?" Ibunya cuman menggelengkan kepala saja....jawaban diplomatis seorang ibu agar anaknya tidak sakit hati atau kecewa."
Aneh memang seusia anak tersebut mempunyai ide dan khayalan yang terkadang tidak di nyana dan disangka oleh orang dewasa.
Ini sebuah kejadian kecil tapi menarik untuk dikaji baik secara logika pendidikan,sosial,segaligus pandangan dari segi agama.
Kami menyimpilkan secara sederhana bahwa anak dapat menyerap dengan cepat apa saja yang ada,dari sekelilingnya dan menjadi bahan pikiran dengan pemahamanya dan diwujudkan dalam bentuk apapun.hal itu menjadi suatu kejelasan bahwa anak manusia memang punya naluri dan ide dasar yang diarahkan oleh Tuhannya untuk menunjukan KebesaranNYa,kepada orang orang yang berpikir.
Jadi seorang anak betul betul seperti lembaran kertas kosong dan putih,tergantung orang tuanya bagaimana menulis dan mengisinya di lembar kertas putih dan kosong tersebut.